@ Indrea,
Aku sebenernya tidak mau langsung mengomentari respondmu tapi lebih baik aku langsung merespondnya untuk meluruskan sebelum terlupakan.
Kamu ngomong :
“anda mengaitkannya dengan criminal sedangkan apa yg saya contohkan hanya sebatas tidak dipercayanya pemimpin tersebut”
Tanggapanku :
Tentu aku mengaitkannya dengan criminal karena bila dijaman sekarang ini seseorang menggauli anak yg masih berumur 9 tahun, maka dia akan dijebloskan ke penjara dan orang yang dijebloskan ke penjara adalah criminal. Tentu aku akan mengaitkannya dengan penerima nobel bila ganjaran untuk orang yang menggauli anak yg masih berumur 9 tahun adalah hadiah nobel. Aku harap kamu mengerti, semua yang aku tanyakan tentang Muhammad dan Aisyah bukanlah menghina tapi merefleksikan perbuatan Muhammad dalam jaman sekarang ini.
Kamu ngomong :
“saya meralat apa yg saya tulis, anda benar bahwa Rasululloh menggauli Aisya pada umur 9 tahun sedangkan pernikahan beliau dengan Aisyah yaitu pada saat Ibunda ‘Aisyah berumur 7 tahun dan di riwayat yg lain Ibn Katsir mengatakan 6 tahun.”
Tanggapanku :
Terima kasih kamu sudah mengakui bahwa Muhammad menggauli Aisyah pada umur 9 tahun.
Kamu ngomong :
“Dan adanya tenggang waktu tersebut menunjukkan bahwa pernikahan Rasulullah dengan Ibunda ‘Aisyah bukan karena dorongan sex, Sekali lagi adalah suatu kekeliruan bila ada yang menyangka Rosululloh menikahi Aisya hanya semata-mata hawa nafsu sex, sebagaimana yang digambarkan dalam karikatur-karikatur.”
Tanggapanku :
Bila bukan karena sex lalu karena apa…? Jangan mengatakan karena alasan politik karena menurut hadist berikut Abu Bakr keberatan saat Muhammad melamar Aisah.
Sahih Bukhari. Volume 7. Book 62. No. 18
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt. html#007.062.018
Narrated 'Ursa:
The Prophet asked Abu Bakr for 'Aisha's hand in marriage. Abu Bakr said "But I am your brother." The Prophet said, "You are my brother in Allah's religion and His Book, but she (Aisha) is lawful for me to marry."
Tapi anehnya Muhammad menolak saat di tawarin untuk menikah dengan anak Hamza (yang juga adalah saudara angkat spt halnya Abu Bakr) dengan alasan bahwa anak Hamza adalah keponakan angkatnya (seperti halnya Aisha juga adalah keponakannya):
Sahih Bukhari. Volume 7, Book 62, Number 37:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/062.sbt. html#007.062.037
Narrated Ibn 'Abbas:
It was said to the Prophet, "Won't you marry the daughter of Hamza?" He said, "She is my foster niece (brother's daughter). "
Bila kamu mengatakan Muhammad mengawini Aisyah bukan karena dorongan sex, hal itu bertentangan dengan apa yang Muhammad ajarkan di hadits ini.
Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.
Narrated By Jabir bin 'Abdullah :
When I got married, Allah's Apostle said to me, "What type of lady have you married?" I replied, "I have married a matron' He said, "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?" Jabir also said: Allah's Apostle said, "Why didn't you marry a young girl so that you might play with her and she with you?'
Pada hadits diatas, Muhammad menganjurkan untuk mengawini perawan dan gadis muda.
Muhammad juga menggambarkan legitnya Aisyah seperti Roti Daging, ini hadistnya :
Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623:
Narrated Abu Musa:
Allah's Apostle said, "Many amongst men reached (the level of) perfection but none amongst the women reached this level except Asia, Pharaoh's wife, and Mary, the daughter of 'Imran. And no doubt, the superiority of 'Aisha to other women is like the superiority of Tharid (i.e. a meat and bread dish) to other meals."
Mengenai Al Anfaal ayat 55 “ Sesungguhnya sejelek jelek binatang disisi Alloh adalah mereka orang-orang kafir yang tiada beriman “
Kamu ngomong :
“Alloh ta’ala mengkhabarkan kepada kita perihal orang kafir yang mereka tidak mau beriman kepada Rabbnya yang telah menciptakannya, yaitu mereka adalah sejelek-jelek binatang ( mahluq ) disisi Alloh, dan itu adalah sebuah perumpamaan yang sudah sepantasnya bagi orang-orang yang mengingkari rabbnya,
Tanggapanku :
Sebelum Muhammad datang, orang-orang dijaman itu sudah mempunyai keyakinan/ agama sendiri. Kemudian Muhammad muncul ditahun 600an dan mengklaim dirinya adalah Rasul Allah dan memaksa orang orang untuk mengakui kerasulannya. Bila orang-orang menolak atau menyangsikan kerasulannya, maka Muhammad tidak akan segan-segan memerangi orang-orang tersebut. Baca Hadits ini :
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
Adilkah bagi kafir-kafir dijaman Muhammad tersebut disebut sebagai binatang karena tidak mengakui / tidak beriman kepada Allohnya Muhammad yang baru muncul belakangan…? Ingat….Mereka sudah punya agama sendiri dan cara beribadah sendiri, lalu disuruh mengubah agama mereka dan cara beribadah mereka dan bila mereka menolak, maka mereka akan diperangi….Alloh macam apa ini…?
Bila si Panjul datang ke rumahmu dan ngomong dia adalah utusan Alloh dan kamu disuruh mengakui dia sebagai utusan Allohnya serta harus menyembah Allohnya dan bila Tidak kamu akan diperangi dan digebukin, Maukah kamu menyembah Allohnya si Panjul itu…? Maukah kamu disebut sebagai binatang karena tidak mau menyembah Allohnya Panjul yang datang belakangan dan tidak ada bukti apapun kalo Allohnya Panjul adalah benar2 Alloh atau the real Alloh kecuali hanya berdasarkan ucapan panjul sendiri…?
Nah aku harap kamu mengerti penjelasanku diatas. Sudah jelas kalo Allohnya Muhammad/ Muhammad menghina mereka terlebih dahulu dengan mengatakan mereka adalah Binatang. Untuk itu Allohnya Muhammad dan Muhammad harus minta maaf donk…!!!
Kamu ngomong :
“Kita sudah tahu, yang namanya penghianatan adalah suatu perbuatan yg sangatlah tercela. seandainya anda dikhianati berkali-kali sehingga membuat anda mencela si pengkhianat tersebut. Tetapi anehnya si pengkhianat tersebut meminta anda untuk minta maaf karena anda telah mencelanya. Apakah itu masuk akal ?”
Tanggapanku :
Siapa yang pengkhianat…? Baca tanggapanku diatas.
Muhammad datang dan memaksa orang-orang untuk mengakui dia sebagai Rasul Alloh dan minta orang-orang tsb menyembah dia dan Allohnya. Masuk akal khan bila orang-orang tsb menolak…? Mengapa penolakan mereka dianggap sebagai pengkhianatan…?
Dan Akibat penolakan itu, kemudian Allohnya Muhammad/ Muhammad menganggap mereka sebagai binatang…masuk akal kah..?
Aku menunggu tanggapanmu untuk pertanyaanku yang lainnya.
@ solekha,
Kamu ngomong :
"saya juga sering kali akhi dapet comment yang seperti itu,,tapi saya hapus saya males ngebacanya"
Mengapa kamu delete dan males ngebacanya...? Apakah karena kamu takut terungkapnya kebenaran...? Bukankah pahalanya besar bila bisa membuat aku balik jadi muslim lagi...? coba donk...!!!